Artika Ningtyas
Demikian aku mengawali dengan rasa Ikhlas aku serahkan apapun yang terjadi
Atas sangkaan,atas hujatan atas kebencian,Aku tidak sedang mengotak-atik angka alphabet dalam mainan kotak kecil milik anak usia 2 tahun, kalian bisa berfikir dan menyadari.
Aku tidak merengek meminta kalian mendengerkan,aku bukan anak kecil yang menangis karena sebatang permen.''Terserah'' kata terakhir yang bisa aku ucapkan aku ikhlas atas apa-apa yang di sangkakan.Tapi setidaknya jika kalian ingin dimengerti pekalah terhadap semua keadaan.Apakah aku harus mengayunkan tamparan keras dengan berucap 'bagaimana dengan anda'?
Bukan berarti aku marah aku hanya ingin mengkondisikan sesuatu tepatnya jika anda berada di titik terabsyal atau sudut terpojok.Apapun yang kalian sangkakan apapun itu berfikirlah sebelum berucap,sebelum menyakiti perasaan orang lain.
Kita tidak pernah tau seberapa besar niat orang untuk berubah.Jadi apapun yang terjadi siapapun yang berbicara denganmu tolong ''Dihargai" .Lalu sekiranya ada masa aku pernah membuat kesalahan sedia sangat aku memita maaf,sekarang juga.
Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas
Ku rasa tidak ! ini hanya konspirasiku,karna hanya dirasa,takut salah menempatkan,biarkan dia terbang bersama embun yang tak tertahan di tempatku berpijak .Karna apa ? Karna yang menurutku baik,belum tentu menurut-Nya
Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas
Bukan . . .  !!!  seharusnya jangan tanyakan ini rasa apa,aku tidak sedang merasakan sesuatu.Hanya saja detik ini semua menjadi hambar,suasana hati yang entah kenapa akhir-akhir ini selalu tercecer dan tidak dapat dipungut kembali,sepertinya aktifitas yang begitu-begitu saja yang benar-benar menjadikan otak lumpuh,Atau bisa jadi aku yang terlalu tidak menyukai hal-hal semacam ini. Kenapa tidak dari dulu saja aku memilih apa-apa yang disuka,bermain tehnologi misalnya,bukan berkutat dengan tumpukan perkamen dan buku bilingual.Sekali lagi Aku Lelah




Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas
sekalipun mereka menganggap aku kosong,atau kebanyakaan orang mungkin hanya mengira tanpa makna..
begini saja aku paparkan sesuatu dari sudut pandangku  ada kalanya nol menjadi pelengkap bahkan menjadi sesuatu yang lebih dari biasanya,katakan saja atau tertawa kan saya selagi gratis, yang jelasOrientasi bukan sekedar kondisi,yang terombang ambing arus mengikuti alir 
 ini hanya tentang menghabiskan jatah,ah iyakah ? iya aku yakin !
Aku dan kalian punya pilihan dan jalan sendiri-sendiri

Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas
Sekali Lagi hanya yang tampak saja rasanya yang terlihat begitu damai,biasalah naluri wanita selalu menyembunyikan rana dibalik suara ! Walaupun sebenarnya kapasitas getaran dan harmoni tak seirama tapi dia terkesan senada
sekali lagi,naluri wanita Bisa merasakan apa yang tidak bisa orang lain klarifikasikan,bisa menyembunyikan eksplorasi terterntu.Bekerja otomatis layak nya mesin pencetak permen.Ahh tapi tak semuanya,ada saja yang berbeda lebih tepatnya Tergantung INDIVIDU mungkin ?
Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas

Aku hanya memperhatikan tiap huruf yang menganga A K S  Hidup mungkin hanya deret tragedi dari yang terlemah hingga kejam yang akut,dari sekelumit cerita menjadi hal-hal bermakna,ada yang kosong di sana jauh dari cahaya
Menyerah
Jangan biarkan terus menyimpan sakit,erseok atau apalah lagi yang mengandung berlebihan,tetapi bukan alasan untuk terus begini.Bukti sudah berjalan sehasta, sedepa, selangkah, yang membentuk banyak cera.
Ada saat dimana aku tak  bisa menjadi pejuang yang baik.Ada saat dimana aku harus menyerah dan kalah
Dalam setiap kegagalan dan kebangkitan hidup, aku harus belajar gagal lagi.
Tidak peduli apa selanjutnya.
Berlari dari satu cerita ke cerita berikutnya. Entah tentang apa, entah tentang siapa. Aku Menyerah atas apa yang ada di sekelilingku .Aku menyerah seharusnya sejak dari Awal.




Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas


Jadi beberapa kali saya mulai mencari tahu, bagaimana cara 'dia' datang dan kapan. Saya mencoba ngobrol dengan beberapa orang, mengingat cerita, mendengarkan cerita orang-orang terdekat saya, bahkan orang tua saya mengenai kedatangan ‘dia’ dalam hidup mereka.

Ternyata hanya satu kesimpulan saja dari semua cerita itu. ‘Dia’ yang datang adalah ‘dia’ yang yakin bahwa kitalah orang yang tepat itu. Keyakinannya pula yang membuat kita yakin padanya.

 ‘Dia’ yang yakin itu adalah dia yang dengan berani mengutarakan niatnya secara langsung dan tegas kepada calon mertua sementara yang lain masih komat kamit dimulut dan maju mundur,berani walaupun sang gadis  masih kuliah semester 5 (Ayah).

‘Dia’ yang yakin itu adalah dia yang tetap maju dan sabar meski telah ditolak berkali-kali karena yakin inilah jodoh yang Allah tetapkan untuknya, walaupun hanya pernah bertemu sekali di tempat yang baik. (Om Budi )

‘Dia’ yang yakin itu adalah dia yang berani menyebrang pulau sendirian ke tempat antah berantah untuk menyatakan niatnya langsung pada orang tua sang gadis yang statusnya adalah suster yang telah memiliki dambaan hati dan dia adalah pasien (Mas Ina)

Dan ‘dia’ yang datang karena dia yakin karena Allah. (InsyaAllah 'dia' yang akan membersemai kehidupan saya suatu saat)

Jadi seperti itu pulalah saya akan menunggu. ‘Dia’ yang Allah berikan keyakinan dalam hatinya untuk memilih saya..



Labels: 0 comments | edit post