Artika Ningtyas
Entahlah ,saat itu  tergambar potret senyum tulusnya,tulus... tulus sekali , kau tahu ?
dia bukan jendral berpangkat tinggi , bukan pengusaha yang selalu rapi dengan jas dan dasinya , bukan pula polisi yang gagah dengan seragamnya ,,,, Ah sungguh ,bagaimana rasanya ketika dia memberi pengaruh hebat kepada orang-orang sekitarnya dengan senja yang ia bawa setiap hari
Ketika kami benar-benar tak mempedulikan,
Tak banyak orang yang menghargai perjuaanganmu memang, aku tahu kau bukan seseorang yang biasa dianggap penting oleh orang sekitarmu  tapi jasamu melebihi orang-orang yang biasanya jauh lebih dihargai darimu.


Pagi itu kau seperti biasa masih sama ,tetap setia dengan bak sampah kuning ,sejenak kau hentikan langkahmu menerpa tanah, kau berdiri layaknya seorang yang menghargai kami ,kau tersenyum ..
aku benar-benar tak sengaja memikirkan hal ini .. kau hebat .. Sungguh !
Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas

Bukan hanya sekedar mengikhlaskan tapi perlu mengambil hikmah di balik sema peristiwa ini




Sesuatu yang terlihat indah itupun belum tentu baik


Karena memori akan menjadi suatu hal yang manis ketika kamu membesit jauh di masa depan


Memikirkan akibat sebelum membuat penyebab itu perlu !


Biarkan waktu berbicara


Terlalu tersugesti dengan kerumitannya ! aku lelah


Karena beta adalah sudut ABC


Akupun berharap agar waktu segera berlalu


tersangut keberuntungan


Rasanya seperti flashback


Riuh merdu itu .. membuat ku ingat


Akhirnya




Selagi malam masih setia mengiringi siang berarti Allah masih inginkan kita untuk kembali ke jalan yang di ridhoi





ALHAMDULILLAH
Labels: 1 comments | edit post
Artika Ningtyas

Bissmillah… 

yang berminat baca silahkan dibaca
yang tidak berminat dilihat saja

haayoo siapa yang lagi sedih, yang lagi manyun, yang lagi ngedumel, yang lagi merengut

Aku banget :D

Kenapa sih..? kenapa sih..? ada yang nyakitin kamu ya?.. ada yang ngecewain kamu yah?

 huluh.. huluh
Yuk berfikir sejenak

Kawan.. kita ini adalah makhluk yang dinamis.. bisa berinteaksi dengan lingkungan sosial.. memiliki asa, rasa, dan emosi yng membentuk kita menjadi manusia yg kompleks..

Ingat kan pada pelajaran biologi kelas 5 SD dulu? 

 kita mengenal macam-macam interaksi
ada interaksi yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme), ada juga interaksi yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lainnya (simbiosis parasitisme) dan ada interaksi yang tdk ada yang diuntungkan dan tdak ada jga yag dirugikan (simbiosis netralisme) hahaha  (masih hapal banget sih yas)

Sudah sewajarnya dalam hidup berinteraksi tidak selalu menyenangkan,ada kalanya menemui berbagai masalah,ada yang mengecewakan,ada membuat kita sedih,membuat kita marah dan uring-uringan… ^^

Nah yang perlu diingat, Bila kesedihan mendatangi mu, itu adalah suatu panggilan agar kamu mencari ketenangan pada kebersamaan dengan Allah, bila masalah datang menguji mu, itu suatu tanda agar kamu mencari Allah untuk meminta pertolongan, bila kesulitan menghimpit,itu suatu tanda agar kamu kembali kepada Allah untuk mendapatkan kelapangan..

Ingat lah selalu Allah dalam kondisi apapun, kamu gak sendirian kok, setiap tetesan air mata mu.. Allah Melihatnya, setiap sesak di dada mu, Allah Mendengarnya..


Masih ingat firman Allah dalam surat Ali – Imran ayat 139 kan?
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman".

Soo.. sekarang ambil napas dalam-dalam.. *jangan lupa dihembuskan lagi ya* ^^
coba tenangkan diri mu

^^


Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas
Ya Allah, jadikan aku setegar Ummu Sulaim binti Milhan, setegas beliau, secerdas beliau.. amiin... ^_^

Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu [Al 'Aadiyaat : 1-4]

SEMANGAAAAATTT!! \(^0^)/
Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas
sepertinya aku masih saja memikirkan sesuatu,ah ini sudah berungkali  dibuat membatu mengeras namun kembali mencair lebur seperti aliran air es  ,seperti kapas berterbangan . Bagai  pilinan benang jahit yg teputar ke kanan,ke kiri memasuki rongga-rongga,berputar lagi dan terus begitu selanjutnya .
Entahlah terlalu lama,terlalu rumit jika harus menariknya satu per satu ,mungkin tak akan bisa terpudar berpisah tali-talinya menjadi kembali seperti saat pertama kumainkan ''Batinku resah''

Seperti apa ini ? 'tanyaku kosong' hampir saja aku menyerah ,rasanya benar-benar seperti terjun dari Helikopter yang tingginya tak terhitung lagi  itupun tanpa menggunakan parasit,tertepa angin dan membuat dada benar-benar sesak .

teruarai ,ah entahlah aku juga tak tahu
biarkan
menjadi bulan yang berorbit
atau menjadi komet
Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas

Semua ini begitu rumit
1 , 2 , 3 , 4
Mencoba menerka
Sedikitpun aku tak bisa berfikir tentang ini
Izinku aku menyimpan ini
Satu lembar saja
 di bawah langit biru
Dibawah gundukan pasir
Agar suatu saat nanti
Aku bisa melihatnya lagi


satu lembar itu saja
dan aku
akan lalui hari ku 
tanpa mengingat
karena aku
punya satu lembar 
dan
berharap satu lembar itu
Suatu ketika akan berbicara dalam realita



23:18
26/03/2012

Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas


Disini,dibawah atap ini kami berada
tempat aku bercerita dan berkarya.Dimana aku bebas mengekspresikan tentang segala hal dan perasaan, untuk berbagi suka dan cerita.Tentang kehidupan ini dan tentang apa yang kurasakan dalam menjalaninya.
Meskipun hanya sebuah catatan-catatan kecil atau sekedar goresan hati dalam sebuah ungkapan yang tak bermakna. Namun,cukup untuk menjadi penghibur hati yang terkadang sulit untuk diungkapkan kepada siapapun.
Inilah tempatku,tempat dimana aku ingin menumpahkan segala keluh kesah yang selama ini hanya kusimpan dan kupendam.Tempat berbagi rasa cinta dengan orangtua dan adek
Dari sinilah ceritaku akan mengalir, mengalir dan mengalir,seperti aliran sungai yang deras untuk mencari sebuah muara yang pada akhirnya akan sampai pula ke laut.








Labels: 0 comments | edit post