Sebenarnya di otakku sudah tergambar jelas bagaimana seharusnya aku menyampaikan kebenaran yang sedemikian,sungguh aku mengerti sesuatu yang terpatri disini hanya saja kadang-kadang lisanku tak mampu menguraikannya dihadapan banyak orang,aku bukan orang yang pandai berkata dari sisi manapun.
Artika Ningtyas
X: jangan percaya sama mitos, dan sesuatu yang berbau klenik. DIkhawatirkan jatuh pada syirik. Percaya sama Allah saja yuk
Y: Masalah buat lu? Ni uda tradisi nenek moyang, ga usah cari2 pembenaran!
Dan apabila dikatakan kepada mereka,Ikutilah apa yang telah diturunkan
Allah, Mereka menjawab,Tidak! Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami.
Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apapun dan tidak mendapat petunjuk.
[QS. Al Baqarah: 170]
Dan saat disampaikan firman2 Allah kepada sebagian saudara, justru yang menyampaikanlah yang dituduh telah memelintir ayat2 Allah dan mencari pembenaran
Ya Allah
Apakah KEBENARAN INI MEMANG SULIT SEKALI DI TERIMA?
Jika tak diterima, tuduhan kejilah yang dilayangkan
Ya Allah,ampunilah lisan ini bila khilaf
Ampunilah karena diri memang dhaif
Namun apalah artinya ilmu dan al haq
Jika ia hanya terhenti
Bersembunyi dibalik punggung2 mereka yang mengerti dan ilmu telah dikecapi
Sedangkan saudara kami dalam keadaan tak mengerti
Artika Ningtyas
Anggap saja saat ini sedang menikmati kolase kenangan yang dibekukan dalam
huruf.,kata,tulisan.
Terdiam di pojok sebuah ruang, mencuri sedikit damai, mengusir penat, dan senyum sendiri karena isinya bisa jadi cerminan rasa hati yang sama saat menulisnya.
Pada setiap lembarnya, Cuma satu yang ingin terucap.
Belum ada yang terwujud dari mimpi-mimpi, tapi itu bukan berarti (suatu saat) harus berhenti bermimpi.
Berharap, dan berdoa.
Ketika bergumul sepi, meluangkan waktu melihat ruang di antara jari-jari, akan muncul ingatan bahwa pada ruang itu akan tiba saatnya,melihat jari-jari ini terkunci oleh lingkaran benda kecil dan jadi penghubung jarak kita yang besar.Siapapun kamu yang ditulis Allah di Lauhul Mahfudz
Terdiam di pojok sebuah ruang, mencuri sedikit damai, mengusir penat, dan senyum sendiri karena isinya bisa jadi cerminan rasa hati yang sama saat menulisnya.
Pada setiap lembarnya, Cuma satu yang ingin terucap.
Belum ada yang terwujud dari mimpi-mimpi, tapi itu bukan berarti (suatu saat) harus berhenti bermimpi.
Berharap, dan berdoa.
Ketika bergumul sepi, meluangkan waktu melihat ruang di antara jari-jari, akan muncul ingatan bahwa pada ruang itu akan tiba saatnya,melihat jari-jari ini terkunci oleh lingkaran benda kecil dan jadi penghubung jarak kita yang besar.Siapapun kamu yang ditulis Allah di Lauhul Mahfudz
Artika Ningtyas
Baiklah kali ini biarkan semuanya melebur,atas kesenjangan atau ketidaksengajaanku,yang perlu dilakukan hanya membiarkan atau berusahalah semampumu hingga padatan ini hilang mencair menjadi buih-buih putih atau asap hitam, biarkan,jika suatu ketika hilang semua akan kembali seperti BIASA.Rasakan ,nikmati ... itu saja.
Artika Ningtyas
Semua orang punya caranya sendiri-sendiri,termasuk aku , yang ini sepertiga , yang ini bagian dari seperduabelas nya ,lalu akan terpecah membagi antara hak satu dan lainya,aku tak mengerti apapun sebenarnya,yang jelas semua adalah bagian dari satu , semua punya cara sendiri , aku tahu, kamu juga ,kalian pun begitu , lalu apa ? lewat sesuatu yang mungkin dianggap orang lain diluar dirinya adalah hal yang berlebih , begini saja lebih tidak buramnya aku percayai secelah ,setitik ataupun setetes pasti ada,Hanya saja dari mana aku harus memulai ,ini bukan soal massa , tapi ini tentang bagaimana kamu menghadapi sesuatu,bisa diperjelas .. kau hanya butuh action ,dimana seseorang tak lebih banyak melakukan , bicara itu mudah rasakan saja ,iya bukan ? ini harus tak boleh tidak , ini pasti tak boleh gagal . jadi apapun itu hargailah
Artika Ningtyas
Entahlah ,saat itu tergambar potret senyum tulusnya,tulus... tulus sekali , kau tahu ?
dia bukan jendral berpangkat tinggi , bukan pengusaha yang selalu rapi dengan jas dan dasinya , bukan pula polisi yang gagah dengan seragamnya ,,,, Ah sungguh ,bagaimana rasanya ketika dia memberi pengaruh hebat kepada orang-orang sekitarnya dengan senja yang ia bawa setiap hari
Ketika kami benar-benar tak mempedulikan,
Tak banyak orang yang menghargai perjuaanganmu memang, aku tahu kau bukan seseorang yang biasa dianggap penting oleh orang sekitarmu tapi jasamu melebihi orang-orang yang biasanya jauh lebih dihargai darimu.
Pagi itu kau seperti biasa masih sama ,tetap setia dengan bak sampah kuning ,sejenak kau hentikan langkahmu menerpa tanah, kau berdiri layaknya seorang yang menghargai kami ,kau tersenyum ..
aku benar-benar tak sengaja memikirkan hal ini .. kau hebat .. Sungguh !
dia bukan jendral berpangkat tinggi , bukan pengusaha yang selalu rapi dengan jas dan dasinya , bukan pula polisi yang gagah dengan seragamnya ,,,, Ah sungguh ,bagaimana rasanya ketika dia memberi pengaruh hebat kepada orang-orang sekitarnya dengan senja yang ia bawa setiap hari
Ketika kami benar-benar tak mempedulikan,
Tak banyak orang yang menghargai perjuaanganmu memang, aku tahu kau bukan seseorang yang biasa dianggap penting oleh orang sekitarmu tapi jasamu melebihi orang-orang yang biasanya jauh lebih dihargai darimu.
Pagi itu kau seperti biasa masih sama ,tetap setia dengan bak sampah kuning ,sejenak kau hentikan langkahmu menerpa tanah, kau berdiri layaknya seorang yang menghargai kami ,kau tersenyum ..
aku benar-benar tak sengaja memikirkan hal ini .. kau hebat .. Sungguh !
Artika Ningtyas
Bukan hanya sekedar mengikhlaskan tapi perlu mengambil hikmah di balik sema peristiwa ini
Sesuatu yang terlihat indah itupun belum tentu baik
Karena memori akan menjadi suatu hal yang manis ketika kamu membesit jauh di masa depan
Memikirkan akibat sebelum membuat penyebab itu perlu !
Biarkan waktu berbicara
Terlalu tersugesti dengan kerumitannya ! aku lelah
Karena beta adalah sudut ABC
Akupun berharap agar waktu segera berlalu
tersangut keberuntungan
Rasanya seperti flashback
Riuh merdu itu .. membuat ku ingat
Akhirnya
Selagi malam masih setia mengiringi siang berarti Allah masih inginkan kita untuk kembali ke jalan yang di ridhoi
ALHAMDULILLAH
