Artika Ningtyas
Pendapat orang tentang diri kita bisa beragam.
Sehebat apapun kita,akan selalu ada yang tak suka.Kalo kritikannya membangun,jadikan sebagai media perbaikan diri.Jika tidak membangun ,cuekkin,maafin jangan difikirin.Umur kita terlalu berhaerga jika hanya digunakan untuk mengkhawatirkan pendapat orang lain. tentang kita.
Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas
Menikmati senja. Lalu Tersenyum sama hidup. Hei ... Aku masih punya banyak mimpi
Baik sebelum aku menuntutmu akan kutuntut diriku sendiri #memantaskan diri

Apa yang aku butuhkan dari kamu selain agama dan akhlak menjadi prioritas no 1, aku butuh seorang  yg mampu membuat nyaman, membanggakan secara batin (bukan tampan), dan ngemong. Itu saja ! kalaupun ada kriteria tambahan, seorang yg memiliki sikap hormat, tidak merendahkan, tidak jg melecehkan meskipun kamu lebih cerdas dan lebih memiliki banyak kelebihan lain.Karena aku wanita lebih dominan dengan perasaan, maka aku butuh seorg pria yg benar2 tahu bagaimana memperlakukan seorang wanita, menghormati secara proporsional dan tidak brlebihan. dia memandang wnita tidak sebagai obyek pemuas syahwat semata, tapi menghormatinya dengan baik

Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas

Apa yang terjadi kini bukan untuk kita bersedih tetapi jalan untuk kita berusaha gigih untuk mengubah nasib .Allah itu maha mengetahui.DIA tahu apa yang terjadi pada hambanya dan apa yang terbaik buat hambanya..Sedangkan hati kita terus resah memikirkan "permata" yang hilang dan berkecil hati,merintih dan terus bersedih.Seakan-akan kita hilang arah dan tidak berhenti memikirkan akan apa yang terjadi."Permata" bukanlah mudah untuk digapai dan diperolehi dengan hanya tangan kosong.

Kenapa hati resah ? Makanya pada siapa temat kita mengadu?.Allah atau hanya terus berdiam dan membisu.Kita ini ibarat tumbuhan yang  memerlukan cahaya matahari untuk hidup, memerlukan air untuk sentiasa tumbuh.Jika tanpa cahaya matahari dan air berkemungkinan tumbuhan  itu akan mati dengan cepat atau mungkin ia akan bertahan dalam tempo masa yang amat singkat.

Allah terlalu angkuh rasanya ketika kami mengeluh atas apa-apa yang engkau berikan.Terlalu banyak lembaran putih yang kami lupakan,sementara kami hanya memikirkan setitik noda. "Fabiayyi Aalaaa irobbikumaa Tukadzdzibaan".(Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)

Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas
What can I do ? Ketika dunia disekitarku mulai berjalan sesuai visi misinya aku justru mengkhawtirkan sesuatu.Mereka mungkin terus maju hingga mereka lupa ada sesuatu yang terseok tertinggal di belakang, aku bukan berniat menghentikan langkah dan perjuangan,bagaimana tidak seorang anak manusia terenyuh ketika melihat orang-orang disekitarnya menjerit,meronta dengan suatu keadaan.Seolah-olah yang sedimikiaan harusnya mereka dapatkan kita gunakan,kita tertawa  diatas penderitaan orang.Andai siang tadi kalian ikut denganku masihkah kalian pro dengan apa-apa yang kalian lakukan.Terlalu angkuh memang,tapi menurutku ada sesuatu yang lebih baik dilakukan untuk menyikapi hal ini.Bukannya aku tidak setuju tapi menurtku hal sebesar ini akan lebih bermanfaat apabila  sampai ke tangan-tangan yang seharusnya membutuhkan.Entah sejak hari ini aku mulai tidak begitu tertarik.Jika hal ini dianggap sebagai FORMALISTAS atau tradisi aku setuju waktu selanjutnya untuk dihapuskan demi seorang nenek kelaparan yang ada di pinggir jalan,demi  kawan yang putus sekolah ,demi orang-orang yang lebih membutuhkan di sekitarku,demi ke produktifan.Kita hanya menjadi api ditengah perapian,atau bisa jadi memboroskan uang begitu mungkin sebagian orang bilang.
Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas
Seperti koalase kenangan yang di cairkan waktu.Layaknya memutar mundur film ,sedikit demi sedikit perlahan menuju bagian awal.Dan seperti sensor yang bekerja otomatis memindai barang-barang yang entahlah seperti apa bentuknya.Mulailah otakku mengotak atik  kejadian-kejadian masa lalu.Dari sesuatu yang bisa bikin jungkir balik ataupun yang bikin setres setengah hidup,dari rasa sakit yang tidak terperi sampai bahagia yang tak bertepi.Dari ranah fikiran menjadikan manusia nocturnal atau apalah,banyak yang terjadi.Dan ketika semua satu persatu menjadi bagian dari hari-hari sangat susah memang melepas kebiaasaan.Bagaimana bisa aku terbiasa meminum air mineral setiap hari namun tidak untuk kali ini(ibaratnya).Tentang visual yang tak mencerminkan isi hati misalnya.Memang ada sesuatu yang harus aku sembunyikan dan hanya aku saja yang berhak mengetahui.Sebenarnya aku tidak beda jauh dari kalian kalau soal wanita yang bisa dibilang sensitif.Kalau kalian bisa berderu membuang air mata karna masalah yang tak kunjung pergi darimu misalnya aku juga bisa begitu  hanya saja Aku lebih suka diam menyimpan masalahku dan menebar senyum,biarkan orang lain tak ikut merasakan apa yang aku rasakan.sudah lah tak perlu ada yang di cemaskan,aku akan baik-baik saja.
Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas

Tanah Surga…Katanya sebuah film yang perlu menjadi bahan renungan bagi sebagian para pejabat negri atau bisa jadi semuanya.Miris sekali melihat carut marut negri ini kususnya bagai sodara-sodara setanah air kita di pinggiran.Film ini lebih tepat sebuah film fiksi dengan pendekatan dokumenter.Banyak adegan yang menyentuh bagi mereka yang punya hati untuk bangsa ini. Saya tersentuh ketika Salman membacakan puisi yang berjudul Tanah Surga .. katanya 

Quote:Bukan lautan hanya kolam susu... katanya 
Tapi kata kakekku hanya orang-orang kaya yang bisa minum susu

Kail dan jala cukup menghidupimu... katanya 
Tapi kata kakekku ikan-ikan kita dicuri oleh banyak negara

Tiada badai tiada topan kau temui... katanya  
Ikan dan udang menghampiri dirimu... katanya
Tapi kata kakek, awas ada udang di balik batu

Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman... katanya 
Tapi kata dokter Intel, belum semua rakyatnya sejahtera banyak pejabat yang menjual kayu & batu untuk membangun surganya sendiri


Film ini seperti bentuk kekecewaan bagi para pemimpin di negeri ini, dimana mereka terlalu memikirkan perut mereka. Seharusnya para pemimpin menonton film ini, agar mereka lebih memperhtikan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyatnya khususnya di perbatasan dan pulau terluar Indonesia. Bagi pembaca yang kurang suka dengan film Indonesia, mungkin film ini bisa membuat anda menjadi lebih suka dengan film buatan anak bangsa sendiri.

Labels: 0 comments | edit post
Artika Ningtyas
Demikian aku mengawali dengan rasa Ikhlas aku serahkan apapun yang terjadi
Atas sangkaan,atas hujatan atas kebencian,Aku tidak sedang mengotak-atik angka alphabet dalam mainan kotak kecil milik anak usia 2 tahun, kalian bisa berfikir dan menyadari.
Aku tidak merengek meminta kalian mendengerkan,aku bukan anak kecil yang menangis karena sebatang permen.''Terserah'' kata terakhir yang bisa aku ucapkan aku ikhlas atas apa-apa yang di sangkakan.Tapi setidaknya jika kalian ingin dimengerti pekalah terhadap semua keadaan.Apakah aku harus mengayunkan tamparan keras dengan berucap 'bagaimana dengan anda'?
Bukan berarti aku marah aku hanya ingin mengkondisikan sesuatu tepatnya jika anda berada di titik terabsyal atau sudut terpojok.Apapun yang kalian sangkakan apapun itu berfikirlah sebelum berucap,sebelum menyakiti perasaan orang lain.
Kita tidak pernah tau seberapa besar niat orang untuk berubah.Jadi apapun yang terjadi siapapun yang berbicara denganmu tolong ''Dihargai" .Lalu sekiranya ada masa aku pernah membuat kesalahan sedia sangat aku memita maaf,sekarang juga.
Labels: 0 comments | edit post